Baca Novel Novel 7 cahaya cinta

Baca Novel Novel 7 cahaya cinta

Baca Novel Novel 7 cahaya cinta

Novel Novel 7 cahaya cinta

 

Syahid dikenal sebagai pemuda cacat yang sangat gigih dan tidak pernah menyerah akan keadaan. Ayah Syahid telah meninggal dalam sebuah kecelakaan saat ia masih balita. Sejak saat itu umminya mengasuh dan membesarkan Syahid seorang diri. Sungguh tragis memang, karena kecelakaan bersama ayahnya tersebut yang menjadi penyebab Syahid terkena penyakit penyempitan syaraf, hingga berakibat  hari  demi  hari syaraf yang menggerakkan tubuhnya semakin mengecil, lemah dan tidak berfungsi  secara  optimal.  Penyakit tersebut sulit disembuhkan karena belum di ketemukan obatnya, hingga dokter memperkirakan dirinya kemungkinan hanya mampu bertahan hidup di usia 30 tahun. Akan tetapi baik Syahid maupun Umminya tidak pernah memusingkan hal tersebut, Dalam kesehariaannya Syahid harus beraktifitas menggunakan tongkat kruk bahkan sesekali harus menggunakan kursi roda. Meskipun begitu dengan keyakinan dan semangat pantang menyerah yang dimilikinya, Syahid selalu bangkit hingga di tengah keterbatasan yang ada ia tetap belajar dan menambah skill dan pengetahuannya. Pemuda yang juga aktif dalam komunitas bloger itu mencoba untuk terus belajar memanfaatkan peluang bisnis di dunia online, hingga pundi-pundi penghasilan bisa ia dapatkan. Bahkan ia mampu menjadi penopang kebutuhan umminya yang telah mulai menua.

Syahid (25th) juga merupakan santri kalong yang setiap sorenya aktif mengikuti berbagai pengajian disebuah Pondok Pesantren. Sore itu Syahid memperhatikan begitu seksama pengajian Gus Amar yang tengah membahas fiqih pernikahan. Gus Amar menyingung tentang Tujuh motivasi kenapa seseorang harus menikah. Pembahasan malam itu seolah begitu menyentuh bagi Syahid. Apalagi saat Gus Amar menyampaikan Hadits Rasulullah yang diriwayatkan Imam Bukhari bahwa;“Seburuk-buruk kalian,  adalah  yang  tidak  menikah,  dan  sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah”  Ia menegaskan seandainya ada seorang pemuda jomblo, yang umurnya diperkirakan tinggal beberapa tahun lagi karena sesuatu hal, maka hal pertama dan harus dia lakukan adalah segera menikah. Sejak saat itu Syahid bertekad untuk menikah sebelum ajal menjemput. Dengan bantuan Gus Amar, Syahid di ta’arufkan dengan seorang santriwati pesantren yang bernama Zahra. Syahid sempat jatuh cinta dengan santriwati tersebut. Gayungpun sempat bersambut karena Zahra juga jatuh hati kepadanya, namun saat Syahid hendak mengkhitbah Zahra ternyata orang tuanya tidak menyetujuinya. Iapun sempat putus asa, akan tapi teman-temannya terus memberikan memotivasi hingga ia kembali bangkit.

Tak mau menyerah Syahidpun mencoba mencari jodoh di dunia maya, ia aktif mengajak para gadis untuk berkenalan dengan dirinya. Suatu malam Umminya membaca sebuah pesan FB dari seorang gadis inbox account pribadi Syahid. Gadis itu menghina putra semata wayangnya tersebut. dengan tautan kata-kata yang sangat melecehkan. Umminya seperti tidak terima hingga sejak saat itu Ummi Syahid bertekad untuk ikut membantu  anaknya mencarikan jodoh. Ikhtiarpun dimulai, Ummi mulai aktif bertanya pada teman-temannya, baik setiap Ummi Syahid arisan ataupun menghadiri pengajian di majelis ta’lim. Hal itu membuat semua teman-teman arisan dan majelis ta’lim begitu iba dan simpatik, meskipun begitu, anehnya tidak ada satupun dari mereka yang menawarkan anak gadisnya untuk minimal dikenalkan pada putranya tersebut. Melihat kegigihan Ummi Syahid, Ustadzah Laila sangat prihatin dan iba, terbesitlah keinginan ustadzah untuk membantu ikhtiar ummi Syahid. Tiba-tiba ustadzah teringat kalau dia punya teman lama di Jakarta, dan masih sering saling bertukar informasi tentang kondisi keluarga mereka masing masing. Akhirnya Ummi Syahid, diajak ustadzah Laila dan suaminya nekad datang ke Jakarta dan berniat untuk langsung mengkhitbahkannya putri temannya tersebut untuk Syahid. Kedatangan mereka ke Jakarta membuat keluarga pak Hasan terkejut, apalagi mereka langsung menyampaikan niatnya untuk mengkhitbah putri pak Hasan yang bernama Khumaira’. Khumaira’ adalah gadis cantik yang berprofesi sebagai guru di sebuah Madrasah Tsanawiyah Swasata Cilincing di pesisir laut Jakarta Utara. Akhirnya keluarga Pak Hasan meminta waktu untuk berunding dengan keluarga dan berkonsultasi dengan Penghulu KUA. Praharapun terjadi karena keluarga Khumaira’ sangat tidak setuju jika pak. Hasan menikahkan putrinya dengan seorang pemuda yang cacat. Tapi diluar dugaan setelah Khumaira’ beristikharah, dan membaca CV Syahid yang menyampaikan tujuh alasan kenapa ia ingin segera menikah, May seperti memperoleh keyakinan bahwa Syahid adalah seseorang yang sengaja dikirimkan Allah sebagai jodohnya. Sejak saat itu ia justru berbalik meyakinkan kedua orang tuanya untuk menerima khitbah Syahid.

Khitbah Syahid akhirnya diterima dan pernikahanpun dilangsungkan, suasana penuh haru biru melihat kebesaran Allah ini. Dengan segala keterbatasannya Syahid akhirnya bisa menyempurnakan Agamanya. Dalam sebuah bulan madu kecil, Khumaira’ tampak begitu sabar mendampingi suaminya yang cacat tersebut. Akan tetapi suatu hari keharmonisan mereka mulai diuji. Semua itu terjadi karena ternyata diluar dugaan penyakit syarafnya mengakibatkan Syahid tak mampu menggauli istrinya. Syahid merasa bersalah dengan keadaannya. Tapi Khumairah terus meyakinkan Syahid, bahwa ia benar-benar ikhlas dan tidak mempersoalkan keadaan suaminya tersebut. Ia hanya inginkan Ridho suaminya agar kelak bisa berkumpul di surga dengannya. Saat disurga nanti ia yakin Syahid akan mempunyai kemampuan untuk melakukan segalanya.

Untuk merekatkan hubungan pernikahan mereka kembali, akhirnya mereka sepakat untuk melakukan pembuahan bayi tabung disebuah rumah sakit. Berulang kali dilakukan percobaan akan tetapi tak kunjung berhasil. Faktor ketidak berhasilannya adalah karena Syahid mengalami gagal ereksi. Kedua pasangan tersebut terus berikhtiar dan berdo’a dan akhirnya keajaiban pun terjadi. Dokter menyatakan bahwa pembuahan diluar rahim berhasil. Bayi tabungpun berhasil ditanamkan ke rahim Khumairah. Tapi Rupanya keberhasilan itu harus dibayar mahal oleh Syahid. Kondisi Syahid drop pasca operasi hal itu kemungkinan besar dikarenakan dia banyak mengkonsumsi obat-obatan pemacu saraf untuk memacu stamina kejantanan. Semakin lama kondisinya makin turun hingga akhirnya kecelakaan kecil membuatnya atuh koma di rumah sakit.

Kesedihan berselimutkan cinta terjadi selama koma, Khumaira’ tak pernah lelah menemani hari-hari Syahid agar ia segera sadar dari koma. Hingga memasuki Sembilan bulan kehamilan Khumaira’ Syahid masih saja terbaring lemah tak berdaya. Tapi anugerah Allah Khumaira’ dapatkan, ia akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki dengan normal. Setelah persalinan Khumaira’ membawa bayinya dan ia dekatkan ke Syahid yang masih koma. Mendengar tangisan sang bayi laki-lakinya Syahid mulai menunjukkan respon positif.

Lantas apakah kehadiran sang bayi mampu membuat Syahid sadar?

Bagaimana kehidupan cinta Khumaira’ bersama buah hati dan suaminya?

Penasaran bukan? 🙂

Makanya dapatin dan baca novelnya, dijamin kamu akan terbawa dalam suasana haru birunya kisah cintanya 🙂

by : Muhammad Faiz Arrauhy @MrPenghulu_ & @7CahayaCinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *