Berlakunya Asuransi dan Polis Asuransi

Berlakunya Asuransi dan Polis Asuransi – Update malam ini masih tentang Asuransi, kali ini akan dibahas tentang Berlakunya Asuransi dan Polis Asuransi.

Berlakunya Asuransi dan Polis Asuransi

Berlakunya Asuransi dan Polis Asuransi

Berlakunya Asuransi

Hak dan kewajiban penanggung dan tertanggung timbul pada saat ditutupnya asuransi walaupun polis belum diterbitkan. Penutupan asuransi dalam prakteknya dibuktikan dengan disetujuinya aplikasi atau ditandatanganinya kontrak sementara (cover note) dan dibayarnya premi. Selanjutnya sesuai ketentuan perundangan-undangan yang berlaku, penanggung atau perusahaan asuransi wajib menerbitkan polis asuransi (Pasal 255 KUHD).

Polis Asuransi

1. Fungsi Polis

Menurut ketentuan pasal 225 KUHD perjanjian asuransi harus dibuat secara tertulis dalam bentuk akta yang disebut polis yang memuat kesepakatan, syarat-syarat khusus dan janji-janji khusus yang menjadi dasar pemenuhan hak dan kewajiban para pihak (penanggung dan tertanggung) dalam mencapai tujuan asuransi. Dengan demikian, polis merupakan alat bukti tertulis tentang telah terjadinya perjanjian asuransi antara tertanggung dan penanggung.

Mengingat fungsinya sebagai alat bukti tertulis maka para pihak (khususnya Tertanggung) wajib memperhatikan kejelasan isi polis dimana sebaiknya tidak mengandung kata-kata atau kalimat yang memungkinkan perbedaan interpretasi sehingga dapat menimbulkan perselisihan (dispute).

2. Isi Polis

Menurut ketentuan pasal 256 KUHD, setiap polis kecuali mengenai asuransi jiwa harus memuat syarat-syarat khusus berikut ini:

  • Hari dan tanggal pembuatan perjanjian asuransi;
  • Nama tertanggung, untuk diri sendiri atau pihak ketiga;
  • Uraian yang jelas mengenai benda yang diasuransikan;
  • Jumlah yang diasuransikan (nilai pertanggungan);
  • Bahaya-bahaya/ evenemen yang ditanggung oleh penanggung;
  • Saat bahaya mulai berjalan dan berakhir yang menjadi tanggungan penanggung;
  • Premi asuransi;
  • Umumnya semua keadaan yang perlu diketahui oleh penanggung dan segala janji-janji khusus yang diadakan antara para pihak, antara lain mencantumkan BANKER’S CLAUSE, jika terjadi peristiwa (evenemen) yang menimbulkan kerugian penanggung dapat berhadapan dengan siapa pemilik atau pemegang hak.

Untuk jenis asuransi kebakaran Pasal 287 KUHD menentukan bahwa di dalam polisnya harus pula menyebutkan:

  • Letak barang tetap serta batas-batasnya;
  • Pemakaiannya;
  • Sifat dan pemakaian gedung-gedung yang berbatasan, sepanjang berpengaruh terhadap obyek pertanggungan;
  • Harga barang-barang yang dipertanggungkan;
  • Letak dan pembatasan gedung-gedung dan tempat-tempat dimana barang-barang bergerak yang dipertanggungkan itu berada.

Untuk mengetahui perlindungan yang diberikan oleh suatu polis asuransi, perlu diperhatikan tujuh aspek penutupannya, yaitu:

  • Bencana yang ditutup;
  • Yang ditutup;
  • Kerugian yang ditutup;
  • Orang-orang yang ditutup;
  • Lokasi-lokasi yang ditutup;
  • Jangka waktu yang ditutup;
  • Bahaya-bahaya yang dikecualikan.

Demikianlah informasi singkat mengenai Berlakunya Asuransi dan Polis Asuransi, semoga bermanfaat. [bt]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *