Cara Melindungi Balita dari Penularan Roseola Infantum

Posted on

Cara Melindungi Balita dari Penularan Roseola Infantum – Pada kesempatan ini admin Baca Bagus akan berbagi informasi mengenai Cara Melindungi Balita dari Penularan Roseola Infantum, sebelumnya admin juga sudah berbagi tentang 7 Jenis Makanan yang Harus Dijauhkan dari Bayi.

Ruam kemerahan dan demam tinggi tidak selalu menjadi gejala campak ataupun rubella. Kondisi ini dapat menjadi gejala roseola infantum.

Cara Melindungi Balita dari Penularan Roseola Infantum

Cara Melindungi Balita dari Penularan Roseola Infantum

Virus roseola infantum yang paling umum menyerang bayi usia enam bulan hingga 1,5 tahun ini umumnya tidak berbahaya dan bahkan terkadang tidak terdeteksi karena gejalanya yang bersifat umum. Balita yang mengalami roseola biasanya dapat mengalami gejala-gejala tertentu, seperti demam tinggi secara tiba-tiba, pilek, sakit tenggorokan, batuk, diare ringan, ruam kemerahan, kehilangan nafsu makan, pembengkakan kelenjar pada leher, serta pembengkakan kelopak mata.

Demam biasanya akan turun setelah 3-4 hari. Setelah itu muncul ruam merah muda yang biasanya muncul pada punggung, perut, atau dada. Ruam yang dapat terasa gatal ini kadang juga dapat menyebar ke kaki dan wajah. Pada beberapa kasus yang sangat jarang, anak yang mengalami roseola akan turut mengalami kejang demam.

Roseola biasanya terjadi karena infeksi virus herpes tipe 6 (HHV/human herpesvirus 6) yang penyebarannya sama dengan penularan flu pada umumnya, yaitu melalui batuk atau bersin dari anak lain yang lebih dulu terinfeksi. Selain itu, menyentuh barang yang disentuh penderita setelah memegang mulut atau hidungnya juga dapat menyebabkan penularan virus. Barang-barang tersebut dapat berupa pegangan pintu, mainan, ataupun berbagi gelas atau alat makan.

  • Balita yang mengalami roseola umumnya dapat pulih setelah beristirahat cukup. Anda dapat membantu penyembuhannya dengan langkah-langkah ini.
  • Hindari balita dari dehidrasi. Berikan minuman dingin yang cukup, meski si Kecil mungkin tidak merasa haus. Jika memungkinkan, berikan minuman elektrolit untuk mencegah dehidrasi. Untuk mencegahnya terkena perut kembung bila minuman tersebut berkarbonasi, lepaskan busa gas di dalamnya dengan membuka tutup botol minuman ini beberapa lama sebelum diberikan.  Sedangkan pada bayi, terutama di bawah usia satu tahun, berikan ASI atau susu formula yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
  • Biarkan dia beristirahat dalam ruangan yang nyaman dan bertemperatur sejuk. Buka jendela jika memungkinkan.
  • Jika perlu berikan obat penurun panas jika ia demam. Namun jangan memberikan parasetamol dan ibuprofen secara bersamaan. Kecuali diresepkan, jangan sekali sekali memberikan aspirin pada anak di bawah usia 16.
  • Tidak ada gunanya memberikan antibiotik karena obat sejenis ini tidak akan meredakan infeksi virus.
  • Saat mandi, hindari menggunakan air dingin selama sakit agar anak tidak menggigil.

Penyakit ini bersifat sangat umum sehingga sebagian besar balita pernah mengalaminya. Hanya saja sebagian anak hampir tidak menunjukkan gejala berarti, sementara anak lain mungkin mengalami semua gejala yang mungkin timbul.  Balita yang terpapar virus dari balita lain umumnya baru menunjukkan gejala sekitar 1-2 minggu setelahnya.

Umumnya roseola infantum dapat reda dengan sendirinya dalam sepekan, namun segera periksakan si Kecil ke dokter jika dia mengalami:

  • Demam tinggi.
  • Kejang.
  • Ruam tidak hilang setelah tiga hari.
  • Sedang menderita kelemahan sistem kekebalan tubuh karena mengidap sakit serius lain atau sedang menjalani pengobatan tertentu seperti kemoterapi.

Meski sama-sama bersifat menular, seperti cacar air, tapi infeksi roseola tidak hanya terjadi saat terjadi wabah, melainkan dapat terjadi kapan saja di sepanjang tahun. Maka dari itu, jika anak Anda terkena roseola infantum, sebaiknya dia tidak perlu bersekolah dulu hingga kondisinya membaik agar tidak menularkan virusnya kepada anak-anak lain.

Tidak hanya pada balita, roseola infantum juga dapat terjadi pada orang dewasa jika dia belum pernah terpapar virus ini di masa kecil. Infeksi roseola pada orang dewasa cenderung menimbulkan gejala-gejala yang ringan, tapi turut dapat menulari pada anak-anak. Oleh karena tidak ada vaksin untuk mencegah roseola, langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah menghindari kontak dengan orang yang sedang terinfeksi.

Demikianlah info singkat tentang Cara Melindungi Balita dari Penularan Roseola Infantum dari admin, semoga bermanfaat dan jangan lupa lihat juga 8 Finger Food Pilihan terbaik untuk Bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *