Cara Pengobatan Diare Akut Orang Dewasa

Cara Pengobatan Diare Akut Orang Dewasa – Tidak selamanya diare itu buruk. Sebenarnya diare adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Racun yang dihasilkan oleh virus, bakteri, parasit dan sebagainya akan dibuang keluar bersama dengan tinja yang encer. Kehilangan cairan tubuh yang mengandung elektrolit penting adalah penyebab kematian pada penderita diare. “Kondisi yang disebut dehidrasi ini berbahaya karena dapat menimbulkan gangguan irama jantung dan menurunkan kesadaran pasien. Jangan anggap remeh, kalau tidak diatasi bisa menimbulkan kematian Prinsip pengobatan diare adalah mencegah dehidrasi dengan pemberian oralit (rehidrasi) dan mengatasi penyebab diare, . Diare dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti salah makan, bakteri, parasit, sampai radang. Pengobatan yang diberikan harus disesuaikan dengan klinis pasien.

Cara Pengobatan Diare Akut Orang Dewasa

Cara Pengobatan Diare Akut Orang Dewasa

Mereka juga mengkaji berbagai pilihan terapi diare akut pada orang dewasa. Studi farmakologi dan studi klinis juga memeriksa dosis, jadwal pemberian (contoh, seperti profilaksis dan terapi akut), dan hubungannya dengan efektivitas klinis serta pengobatan sendiri pada diare akut dewasa. Secara umum diakui bahwa pengobatan diare akut dapat menghilangkan ketidaknyamanan dan disfungsi sosial yang terjadi. Tidak ada bukti bahwa pengobatan sendiri dapat memperpanjang penyakit, bahkan cukup aman bagi pasien dewasa.

Baca juga : Ciri Ciri Hamil Anak Laki Laki Menurut Dokter

Pilihan terapi diare akut yang dikaji meliputi cairan rehidrasi oral (CRO), probiotik, adsorbent, dan beberapa obat antidiare. Hasil yang diperoleh di antaranya CRO tidak mengurangi lamanya diare atau mengurangi frekuensi diare. CRO juga tidak memberikan manfaat yang berarti bagi orang dewasa yang dapat menjaga asupan cairannya selama diare. Sementara itu, hanya ada sedikit bukti bahwa pengobatan dengan probiotik pada manusia mengurangi kolonisasi pathogen atau melindungi dari organisme seperti Vibrio cholera atau E. coli. Adsorbent bekerja dengan mengikat air sehingga mengurangi cairan yang keluar bersama diare. Tetapi, selain memiliki efek samping yang rendah, adsorbent tidak memberikan banyak manfaat pada orang dewasa yang terkena diare akut.

Obat antidiare yang lebih lama seperti opium, morphine, dan codein memang efektif mengatasi diare, tapi memiliki efek sentral. Secara umum, efektivitasnya lebih rendah dibanding loperamide. Karena itu, loperamide oral adalah pilihan utama terapi. Loperamide adalah peripheral acting opiate, yang tidak berpotensi untuk disalahgunakan. Obat ini tidak melewati sawar darah otak dan sulit mencapai sirkulasi sistemik karena ekstraksi yang ekstensif di hati serta ekskresi melalui tinja. Loperamide memiliki banyak efek antiekskresi, beberapa di antaranya tidak dimediasi oleh reseptor opiat. Pada orang dewasa sehat, dosis terapeutik sebesar 4 mg tidak secara signifikan memperlambat transit orocaecal. Dosis yang lebih besar atau pengulangan dosis yang mempertinggi konsentrasi obat di sirkulasi enterohepatik, memperlambat jejunum atau transit orocaecal. Tapi, pada keadaan diare dosis terapi tersebut akan menormalkan transit. Bukti dari studi yang terkontrol memperlihatkan loperamide tidak memiliki efek yang tidak baik untuk kasus infeksi non-disentri pada diare perjalanan (tanpa demam tinggi atau darah di tinja), meskipun disebabkan oleh E. coli, Shigella, Campylobacter atau Salmonella, baik monoterapi maupun dikombinasi dengan antibiotik. Jika dikombinasi dengan antibiotik, loperamide akan mengurangi frekuensi diare dan memperpendek durasi diare.

Rekomendasikan pedoman pengobatan diare akut dewasa :

  • Intake cairan: Sebaiknya dikonsumsi sesuai dengan rasa haus yang timbul. Dianjurkan untuk minum cairan yang mengandung glukosa (limun, soda manis, jus buah) atau sup yang mengandung banyak elektrolit.
  • Cairan rehidrasi oral: Meskipun sangat penting untuk kasus diare pada anak-anak, ORS tidak diperlukan untuk orang dewasa sehat yang terkena diare. Tidak ada bukti bahwa ORS dapat menyembuhkan atau memperpendek masa diare.
  • Intake makanan: Sebaiknya konsumsi makanan padat tetap dilakukan sesuai selera. Tidak ada bukti bahwa memakan makanan padat akan menghambat penyembuhan. Makanan kecil yang ringan dianjurkan. Makanan berlemak, berat, pedas, atau merangsang (kafein, termasuk yang terdapat dalam minuman yang mengandung cola), sebaiknya dihindari. Menghindari laktosa di dalam makanan (seperti susu) mungkin akan membantu untuk kasus diare akut yang episodenya lebih panjang.
  • Konsultasi dokter juga diperlukan jika tidak ada perbaikan gejala setelah 48 jam, atau ada bukti terjadinya kemunduran, seperti dehidrasi, perut kembung, atau tanda-tanda disentri (panas > 38,5ºC dan darah pada tinja)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *