Cara Tes Keaslian Batu Permata

Posted on

Cara Tes Keaslian Batu PermataBacatutorial.com kali ini akan berbagi Cara Tes Keaslian Batu Permata. Batu permata bagus atau batu permata asli tentu bisa kita ketahui dengan cara dan metode tertentu. Jadi sebelum membeli batu permata ada baiknya jika anda terlebih dahulu membaca penjelasan berikut ini tentang Cara Tes Keaslian Batu Permata.

Dalam dunia perdagangan batu mulia sudah tidak heran lagi jika kita mendengar kekecewaan para pembeli batu permata sebab kesalahan identifikasi dan tak punya pengetahuan akan hal tersebut. Hal mendasar yang perlu diketahui pada batu permata bagus dengan melihat fenomena yang ada pada batu permata berikut ini.

  • Batu permata memiliki unsur dingin, oleh karenanya jika ditempelkan ke kulit maka akan terasa dingin dan terasa sejuk.
  • Tidak rusak, meleleh atau berubah tekstur jika disulut dengan bara api atau dibakar.
  • Jika dibakar batu akan terasa panas, namun akan langsung dingin kembali dalam hitungan detik. Ini adalah sifat khas batu akik yang memiliki unsur dingin sesaat setelah dipanaskan.
  • Batu mulia atau batu cincin yang asli kondisinya tak dapat 100% mulus. Akan ada selalu ada kekurangannya baik dari segi tekstur luar maupun didalamnya, misalnya seperti tampak ada retakan atau berserat. Berbeda dengan batu sintetis (buatan) yang terlebih jauh lebih sempurna, tanpa serat sehingga tampak lebih halus dan jauh lebih bening seperti kaca.
  • Batu permata lebih keras sehingga tidak akan lecet apabila digoreskan ke kaca. Justru sebaliknya, kaca yang akan tergores.
  • Batu permata yang harganya mahal biasanya memiliki sertifikat yang berisikan nama batu, nomer identitas batu, warna, berat, bentuk, dimensi dan cap resmi dari perusahaan yang mengeluarkan batu tersebut.

Batu permatan memiliki banyak jenis, sehingga dibutuhkan ketelitian dalam menentukan keaslian batu permata. Jenis batu permata yang berbeda tentu akan memiliki ciri khusus tersendiri. Maka dari itu sebelum membeli batu permata, pelajari dengan seksama ciri batu tersebut dan jika perlu minta pertimbangan pada orang yang sudah paham dengan baik dengan batu permata sebelum membeli.

Cara Tes Keaslian Batu Permata

Pertama kita bisa mengujinya dengan memperhatikan urat-urat alam yang tampak dalam batu. Untuk melihatnya diperlukan kaca pembesar atau mikroskop karena serat-serat tersebut kadang kala sangat kecil. Bila asli, serat pada batu nampak seperti retak-retak karena dipastikan tidak ada batu mulia yang mulus tanpa serat.

Selanjutnya menguji tingkat kekerasan batu dengan menggunakan alat yang disebut hardness set pensil. Anda juga bisa mengujinya dengan cara memeriksa kadar beratnya dengan timbangan air. Terakhir menggunakan refraktometer untuk mengetahui pantulan sinar batu.

Selain dengan cara di atas bisa juga menguji dengan cara sederhana seperti jika dilekatkan di pipi maka batu akan terasa dingin, artinya batu tersebut asli. Jika dibakar batu akan cepat panas dan kembali cepat dingin, beda dengan kimia plastik atau kaca aspal, yang mampu menyimpan panas lebih lama.

Batu-batu sintetis umumnya memiliki ciri-ciri tampak bening seperti kaca, tidak terlihat serat di dalamnya. Massanya lebih ringan untuk ukuran batu yang sama dengan. Terjadi perubahan bila Anda membakarnya dan mudah tergores atau lecet jika terjatuh dan tergesek benda keras.

Alat Tes Keaslian Batu Permata

Belakangan ini hampir di seluruh penjuru tanah air Indonesia lagi heboh-hebohnya dengan yang namannya Batu Permata, Batu Mulia Atau Batu Cincin. Orang-orang yang dulunya sama sekali tidak tertarik melihat batu permata sekarang sudah mulai melirik bahkan sudah mulai mengenakan cincin dijari manisnya. Hal ini sebenarnya biasa, jika dahulu orang-orang yang mengenakan cincin di jarinya hanya di identikkan dengan Dukun/Paranormal sebenarnya itu hanya pengaruh media saja yang menggiring persepsi masyarakat. Karena pada kenyataannya dari yang namanya Batu Mulia selalu menjadi koleksi orang-orang penting/besar diseluruh Dunia.

Budaya penggunaan Batu mulia ini tidak hanya menjadi milik atau kebiasaan kelompok/suku tertentu saja, tapi menjadi Budaya seluruh manusia di dunia, Hampir semua negara menggunakan, bahkan termasuk Agama, tidak ada yang melarang penggunaan batu ini, Mungkin inilah sebabnya sehingga budaya batu mulia tidak pernah hilang meski mengalami pasa surut.

Baca juga :

Untuk itu kami menyediakan sebuah alat sederhana bernama Diamond Selector II Alat ini sangat praktis dan mudah digunakan untuk menguji kekerasan batu mulia bahkan termasuk mendeteksi keaslian batu mulai. Caranya hanya dengan menghidupkan alat ini dan menyentuhkan bagian ujung alat ini dengan batu. Selanjutnya lampu indikator akan menyala dan menunjukkan level kekerasan Batu. [bt]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *