Faktor Terbesar Penentu Kepandaian IQ Manusia

Faktor Terbesar Penentu Kepandaian IQ Manusia – Genetik dan pendidikan sering kali disebut-sebut sebagai pengaruh terbesar intelijens seseorang. Namun secara mengejutkan, hasil studi terbaru mementahkan anggapan itu. Sebelum membaca lebih lanjut tentang Faktor Terbesar Penentu Kepandaian IQ Manusia, lihat dulu Memori Otak berkurang pada Usia 20 Tahun, Ini Cara Mudah Melindunginya.

Faktor Terbesar Penentu Kepandaian IQ Manusia

Faktor Terbesar Penentu Kepandaian IQ Manusia

 

Hasil studi terbaru mengklaim, penyakit jauh lebih mempengaruhi IQ seseorang dibanding faktor genetik dan pendidikan. Ilmuwan dari University of New Mexico melakukan analisa pada IQ seluruh warga Amerika Serikat (AS).

Penjelasan tentang IQ

IQ atau Intelegent Quotient adalah score/nilai yang menunjukkan tingkat kecerdasan seseorang berdasarkan perbandingan dengan sesamanya dalam satu populasi. Cara mengetahui tingkat IQ seseorang biasanya dilakukan melalui Psikotest yang terdiri dari berbagai metode.

IQ diklasifikasi berdasarkan metode test yang digunakan.

  • Stanford-Binet mengklasifikasikan nilai IQ normal yang berkisar diantara 85 – 115.
  • Lewis Terman mengklasifikasikan nilai IQ normal pada kisaran 90 – 109.
  • Wechsler mengklasifikasikan IQ normal pada angka 100 dengan nilai toleransi 15 (berarti 85 – 115).

Untuk klasifikasi umum, digunakan klasifikasi berdasarkan hasil kompromi ketiga metode diatas.

  • 70 – 79 : Tingkat IQ rendah atau keterbelakangan mental
  • 80 – 90 : Tingkat IQ rendah yang masih dalam kategori normal (Dull Normal)
  • 91 – 110 :   Tingkat IQ normal atau rata-rata
  • 111 – 120 : Tingkat IQ tinggi dalam kategori normal (Bright Normal)
  • 120 – 130 : Tingkat IQ superior
  • 131 : atau lebihTingkat IQ sangat superior atau jenius.

Kisaran rata-rata IQ manusia normal adalah 91~110

Hasilnya ditemukan, penyakit berpengaruh besar pada kekuatan otak. Hal ini karena manusia, khususnya anak-anak, butuh banyak energi untuk ‘mengembangkan’ otaknya. Jika penyakit muncul, seperti dikutip Dailymail, energi teralihkan dan kepandaian pun menurun.

Baca : 4 Posisi Tidur dipercaya Baik untuk Kesehatan

Di jurnal Scientific American, peneliti Christopher Eppig mengatakan, “Penyakit menjadi faktor perampok sejumlah besar energi dari otak yang sedang berkembang. Bukti menunjukkan, penyakit menjadi penyebab utama variasi global kepandaian manusia.”

Menurut hasil studi Eppig, pada rata-rata warga yang memiliki IQ terendah, semuanya memiliki tingkat penyakit lebih tinggi. Eppig berharap, hipotesa timnya akan membantu meningkatkan IQ warga di seluruh dunia.

“Jika faktor utama yang mempengaruhi kepandaian seseorang adalah genetik, maka akan sulit sekali mengubah IQ seseorang,” tutupnya. [Tb].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *