Macam Macam Sistem Hidroponik dan Media Hidroponik

Posted on

Macam Macam Sistem dan Media Hidroponik – Istilah hidroponik (hydroponics) dipakai untuk membahas mengenai tutorial bertepat tanam tanpa memakai tanah sebagai media tanamnya. Di kalangan umum, istilah ini dikenal sebagai “bertepat tanam tanpa tanah”. Di sini tergolong juga bertepat tanam di dalam pot alias wadah lainnya yang memakai air alias bahan porous lainnya, semacam pecahan genting, pasir kali, kerikil, maupun gabus putih. Dahulu, peneliti yang bekerja di laboratorium fisiologi flora tak jarang bermain-main dengan air sebagai media tanam dengan tujuan uji coba bertepat tanam tanpa tanah. Sebagian orang berpendapat metode itu sebagai aquakultur (bertepat tanam di dalam air). Uji coba tersebut nyatanya sukses dan patut diberi acungan jempol jadi tak sedikit pakar agronomi yang terus mengembangkan tutorial tersebut. Pada perkembangan selanjutnya, media air diganti dengan media yang lebih praktis, efisien dan lebih produktif. Tutorial kedua ini lebih mendapat sambutan dibandingkan tutorial yang hanya memakai media air. Oleh sebabnya, pada perkembangan selanjutnya, teknik itu disebut hidroponik. Hidroponik ini kemudian dikembangkan dengan cara komersial.

Macam Macam Sistem Hidroponik dan Media Hidroponik
Gambar Sistem Aeroponik

Macam Macam Sistem Hidroponik

  • Aeroponik. Aeroponik adalah salah satu tutorial budidaya tanaman hidroponik. Tutorial ini belum sefamiliar cara-cara hidroponik lainnya (semacam tutorial tetes, NFT – Nutrient Film Technique). Kalau dilihat dari kata-kata penyusunnya, yaitu terdiri dari Aero + Phonic. Aero berarti udara, phonik artinya tutorial budidaya, arti dengan cara harafiah tutorial bertepat tanam di udara, alias bertepat tanam dengan system pengkabutan, dimana akar tanamannya menggantung di udara tanpa media (misalkan tanah), dan kebutuhan nutrisinya dipenuhi dengan tutorial spraying ke akarnya. Sejarah ditemukannya tutorial ini berawal dari penemuan tutorial hidroponik. Selanjutnya dikembangkanlah system aeroponik pertama kali oleh Dr. Franco Massantini di University of Pia, Italia. Di Indonesia, perintis aeroponik dengan cara komersial adalah Amazing Farm pada tahun 1998 di Lembang (Bandung).
  • Fertigasi. Sistem Fertigasi ialah salah satu dari metode hidroponik. Fertigasi adalah teknik software unsur hara melewati sistem irigasi. Sesuai dengan arti fertigasi sendiri yang adalah singkatan dari pembuahan (pemupukan) dan irigasi. Dengan teknik fertigasi anggaran tenaga kerja untuk pemupukan bisa ditidak lebihi, sebab pupuk diberbagi bersamaan dengan penyiraman. Keuntungan lain adalah peningkatan efisiensi pemakaian unsur hara sebab pupuk diberbagi dalam jumlah sedikit tetapi kontinyu; dan mengurangi kehilangan unsur hara (terutama nitrogen) dampak ‘leaching’ alias pencucian dan denitrifikasi (kehilangan nitrogen dampak perubahan menjadi gas).
  • NFT (Nutrient Film Technique). Konsep dasar NFT ini adalah sebuahmetode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi jadi tanaman bisa mendapatkan lumayan air, nutrisi dan oksigen. Tanaman tumbuh dalam lapisan polyethylene dengan akar tanaman terendam dalam air yang berisi larutan nutrisi yang disirkulasikan dengan cara terus menerus dengan pompa. Daerah perakaran dalam larutan nutrisi bisa berkembang dan tumbuh dalam larutan nutrisi yang dangkal jadi tahap atas akar tanaman berada di permukaan antara larutan nutrisi dan styrofoam, adanya tahap akar dalam udara ini memungkinkan oksigen tetap bisa terpenuhi dan mencukupi untuk pertumbuhan dengan cara normal.
  • Wick. Cara yang paling sederhana berhidroponik adalah memakai sistem sumbu alias Wick System, teknik ini mekegunaaankan gaya kapilaritas pada sumbu untuk mendampingi air dan nutrisi ke akar tanaman, jadi akar bisa menyerap unsur-unsur hara yang disediakan.

Media Tanaman Hidroponik

  • Arang Sekam. Arang sekam padi biasa dipakai sebagai pupuk dan bahan baku briket arang. Sekam yang dipakai bisa diperoleh ditempat penggilingan padi. Tidak hanya dipakai untuk arang, sekam padi juga tak jarang dijadikan bekatul untuk pekan ternak. Arang sekam juga bisa dipakai sebagai campuran pupuk dan media tanam di persemaian. Faktor ini sebab sekam padi mempunyai performa untuk menyerap dan menyimpan air sebagai cadangan makanan.
  • Rockwool. Adalah bahan non-organik yang terbuat dari campuran batuan basalt dan pasir yang berbentuk serat. Awal mulanya, bahan ini dipakai sebagai pelengkap konstruksi pabrik, industri, kantor dan sebagainya. Pertama kali Rockwool diciptakan pada abad 1800-an dan dikenal dengan nama isolasi mineral wool bahkan isolasi batu wool.
  • Cocopeat. Cocopeat blok (serbuk sabut kelapa) yang adalah serbuk sisa pengolahan penguraian sabut kelapa yang dicetak berbentuk kubus mempunyai kualitas ekonomi yang lumayan tinggi. Pengolahannya lumayan sederhana, tetapi bisa membawa harga cocopeat. Cocopeat blok tak jarang dikegunaaankan oleh perusahaan pembuat karbon batrai alias juga sebagai media tanam. Pemakaian cocopeat selagi ini di dalam negeri tak sedikit dipakai sebagai media tanam pengganti tanah, alias sebagai campuran pembuatan pupuk organik.
  • Kerikil/Pasir. Kerikil mempunyai pori-pori makro lebih tak sedikit daripada pasir. Kerikil tak jarang dipakai sebagai media untuk budi daya tanaman dengan cara hidroponik. Pemakaian media ini bakal menolong peredaran larutan unsur hara dan udara dan pada prinsipnya tak menekan pertumbuhan akar. Tetapi, kerikil mempunyai performa mengikat air yang relatif rendah jadi mudah basah dan cepat kering apabila penyiraman tak diperbuat dengan cara selalu.
  • Pecahan Genteng / Batu Bata. Pecahan batu bata juga bisa dijadikan pilihan sebagai media tanam. Semacam halnya bahan anorganik lainnya, media tipe ini juga berkegunaaan untuk melekatkan akar. Sebaiknya, ukuran batu-bata yang bakal dipakai sebagai media tanam dibangun kecil, semacam kerikil, dengan ukuran kurang lebih 2-3 em. Terus kecil ukurannya, performa daya serap batu bata kepada air maupun unsur hara bakal terus balk. Tidak hanya itu, ukuran yang terus kecil juga bakal membikin sirkulasi udara dan kelembapan di kurang lebih akar tanaman berjalan lebih baik.
  • Hidrogel. Gel alias hidrogel adalah kristal-kristal polimer yang tak jarang dipakai sebagai media tanam bagi tanaman hidroponik. Pemakaian media tipe ini sangat praktis dan efisien sebab tak butuh repot-repot untuk mengganti dengan yang baru, menyiram, alias memupuk. Tidak hanya itu, media tanam ini juga mempunyai keanekaragaman warna jadi pemilihannya bisa disesuaikan dengan selera dan warna tanaman. Oleh sebabnya, faktor tersebut bakal menciptakan keindahan dan keasrian tanaman hias yang diletakkan di ruang tamu alias ruang kerja.
  • Perlite dan Vermiculite. Vermikulit adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari pemananasan kepingan-kepingan mika dan mengandung potasium dan H’,lum. Berdasarkan sifatnya, vermikulit adalah media tanam yang mempunyai performa kapasitas tukar kation yang tinggi, terutama dalam keadaan padat dan pada saat basah. Vermikulit bisa menurunkan berat jenis, dan menambah daya serap air apabila dipakai sebagai campuran media tanaman. Apabila dipakai sebagai campuran media tanam, vermikulit bisa menurunkan berat tipe dan menambah daya absorpsi air jadi bisa dengan mudah diserap oleh akar tanaman.[bt]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *