Makna dan Ciri Interaksi Edukatif

Posted on

Makna dan Ciri Interaksi Edukatif – Intekasi akan selalu berkaitan dengan istilah komunikasi atau hubungan. Dalam proses komunikasi, dikenal adanya unsur komunikan dan komunikator. Hubungan antara komunikator dengan komunikan biasanya karena mengintegrasikan sesuatu, yang dikenal dengan istilah pesan (message). Kemudian untuk menyampaikan atau mengontakkan pesan itu diperlukan adanya media atau saluran (chanel). Jadi unsur-unsur yang terlibat dalam komunikasi itu adalah: komunikator, komunikan, pesan dan saluran atau media. Begitu juga hubungan antar manusia yang satu dengan manusia yang lain, empat unsur untuk terjadinya proses komunikasi akan selalu ada.

Makna dan Ciri Interaksi Edukatif

Makna dan Ciri Interaksi Edukatif

Kegiatan komunikasi bagi diri manusia merupakan bagian yang hakiki dalam kehidupannya. Dinamika kehidupan masyarakat akan senantias bersumber dari kegiatan komunikasi dan interaksi dalam hubungannya dengan pihak lain dan kelompok. Bahkan dapat dikatakan melalui komunikasi akan terjaminlah kelanjutan hidup masyarakat dan terjamin pula kehidupan manusia.

Dilihat dari istilah, komunikasi yang berpangkal pada perkataan communicare berpartisipasi, memberitahukan menjadi milik bersama. Dengan demikinan, secara konseptual arti komunikasi itu sendiri sudah mengandung perngertian-pengertian memberitahuukan (dan menyebarkan) berita, pengetahuan, pikiran-pikiran, nilai-nilai dengan maksud untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yang diberitahukan itu menjadi sebenarnya untuk mencapai pengertian bersam, sesudah itu mencapai persetujuan mengenai sesuatu pokok ataupun masalah yang merupakan kepentingan bersama.

Kalau dihubungkan dengan istilah interaksi edukatif sebenarnya komunikasi timbal-balik antara pihak yang satu dengan pihak yang lain, sedah mengandung maksud-maksud tertentu, yakni untuk mencapai pengertian bersama yang kemudian untuk mencapai tujuan (dalam kegiatan belajar berarti untuk mencapai tujuan belajar). Memang dalam berbagai bentuk komunikasi yang sekedarnya, mungkin tidak direncana , sehingga tidak arah atau tujuan. Hal inilah yang kadang-kadang sulit dikatakan sebagai interaksi edukatif, dan ini banyak terjadi dalam kehidupan manusia.

Kalau demikian apa yang dimaksud dengan interaksi edukatif itu? Interaksi yang dikatakan sebagai interaksi edukatif, apabali secara sadar mempunyai tujuan untuk mendidik, untuk mengantarkan anak didik ke arah kedewasaannya. Tetapi yang poko adalah maksud atau tujuan berlangsungnya interaksi itu sendiri. Karena tujuan menjadi hal poko, kegiatan interaksi memang direncanasi atau disengaja.

Tidak semua bentuk dan kegiatan interaksi dalam suatu kehidupan berlangsung dalam suasan interaksi edukatif, yang didesain untuk suatu tujuan tertantu. Demikian juga tentunya hubungan antara guru dan siswa, anak buah dengan pemimpinnya, antara buruh dengan majikannya, serta yang lain-lain. Walaupun tidak dapat diingkari banyak peristiwa atau bentuk interaksi yang secara tidak sengaja/direncana, kadang-kadang menimbulkan pengalaman baru yang dapat dimanfaatkan oleh yang menyifati, sehingga dijadikan pengetahuan dan pengalaman. Sebagai contoh tingkah laku ayah/ibu dalam suatu keluarga yang ditiru oleh anak-anaknya. Bagi ayah atau ibu mungkin tidak sengaja memberikan pelajaran tentang cara makan, cara berdandan (berpakaian) atau yang lain-lain kepada anaknya, tetapi seringkali kegiatan ditiru oleh anak-anaknya. Yang penting bagaimana bentuk-bentuk kehidupan dan perhubungan itu ditempatkan dan dilihat pada suatu tujuan pendidikan. Dengan kata lain, situasi yang biasa perlu diaktualisasikan menjadi situasi mendidik, artinya ditumbuhkan dan ditingkatkan menjadi situasi edukatif.

Kemudian secara rinci dalam proses edukatif paling tidak mengandung ciri-ciri antara lain :

  1. ada tujuan yang ingin dicapai
  2. ada bahasa atau pesan yang menjadi isi interaksi
  3. ada pelajaran aktif mengalami
  4. ada guru yang melaksanakan
  5. ada metode untuk mencapai tujuan
  6. ada situasi yang meungkinkan proses belajar mengajar berjalan dengan baik
  7. ada penilaian terhadap hasil interaksi

Pendidikan dan pengajaran adalah salah satu usaha yang bersifat sadar tujuan yang dengan sistematis terarah pada perubahan tingkah laku menuju kedewasaan peserta didik. Sebagain dapat digambarkan misalnya seorang anak dibimbing, ditolong sehingga saat waktunya datang dilepaskan dari keluarga, mulai berumah tangga sendiri, bertanggun jawab untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pestalozzi mengatakan bahwa makna dan tujuan pendidikan itu adalah Hilfe Zu Selbsthife, artinya pertolongan untuk pertolongan diri. Perubahan-perubahan itu menunjukkan suatu proses yang harus dilalui. Tanpa proses itu tujuan tidak dapat tercapai. Proses yang dimaksud itu adalah proses pendidikan dan pengajaran. [bb]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *