Pengertian Desa, Unsur-unsur Desa dan Ciri-ciri Khas Desa

Pengertian Desa – Desa sering diartikan sebagai wilayah yang letaknya jauh dari keramaian kota, wilayahnya masih alami, dan sebagian besar arealnya dimanfaatkan untuk persawahan, ladang, perumahan, atau kebun penduduk. Sebagian besar penduduk desa bekerja di sektor pertanian.

Pengertian Desa

Pengertian Desa

Sutardjo Kartohadikusumo mengemukakan secara administratif desa sebagai satu kesatuan hukum dan di dalamnya bertempat tinggal sekelompok masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri.

Di Indonesia, penjelasan desa secara administratif dituangkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 22 Tahun 1999, desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di dalam daerah kabupaten.

Menurut Bintarto, desa adalah perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di suatu tempat dalam hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daerah lain.

Unsur-unsur desa menurut Bintarto ada tiga sebagai berikut.

  • Daerah yang meliputi berbagai aspek, seperti lokasi, luas, bentuk lahan, keadaan tanah, dan keadaan tata air.
  • Penduduk yang terdiri dari jumlah penduduk, kepadatan penduduk, tingkat kelahiran, tingkat kematian, perbandingan jenis kelamin, mata pencaharian, dan sebagainya.
  • Tata kehidupan berkaitan erat dengan adat istiadat, norma-norma yang berlaku di daerah tersebut, sistem pergaulan, dan pola-pola budayanya.

Ciri-ciri khas desa berdasarkan kondisi masyarakatnya menurut Soerjono Soekanto.

  • Warga masyarakat pedesaan memiliki hubungan kekerabatan yang kuat, karena umumnya berasal dari satu keturunan.
  • Corak kehidupannya bersifat gemeinschaft, yaitu diikat oleh sistem kekeluargaan yang kuat.
  • Sebagian besar penduduknya hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.
  • Cara bertani masih tradisional (subsistence farming).
  • Sifat gotong royong masih tertanam kuat pada warga masyarakat.
  • Golongan orang-orang atau ketua kampung memegang peran penting.
  • Masyarakat desa memegang norma-norma agama secara kuat (religius trend)

Istilah desa di berbagai daerah berbeda-beda. Di Jawa Tengah, desa dinamakan dusun. Di daerah Sunda disebut kampung, sedangkan di Padang dinamakan nagari. Di daerah Aceh dinamakan gampong, masyarakat Batak di Sumatra Utara menyebutnya huta dan di Sulawesi Utara masyarakat menyebutnya wanus. [bb]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *