Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan Perkembangan – Bagaimana perubahan yang terjadi pada hewan selama masa hidupnya? Bandingkan antara ayam dan kupu-kupu. Keduanya berubah karena tumbuh, tetapi dengan cara yang berbeda. Setiap makhluk hidup mengalami perubahan sepanjang masa hidupnya. Perubahan tersebut terkadang menunjukkan pertambahan ukuran, dari kecil menjadi besar, dari pendek menjadi tinggi, dari ringan menjadi berat, dan seterusnya. Perkecambahan dari biji seperti menunjukkan pertumbuhan tersebut. Perubahan yang terjadi pada kecambah tersebut misalnya pada ukuran kecambah yang semain lama menjadi semakin panjang, hingga sampai batas tertentu.

Pertumbuhan dan Perkembangan

 Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertambahan volume yang terjadi karena pertambahan materi hidup dikenal dengan nama pertumbuhan. Pertambahan ini dapat diukur dengan alat ukur tertentu, atau lebih umum dikenal sebagai ukuran kuantitatif. Sebagai contoh daun mengalami pertambahan panjang dan lebar yang dapat diukur dan dinyatakan dalam sentimeter. Daun tersebut dikatakan mengalami pertumbuhan.

Perubahan lain yang dapat terjadi sepanjang masa hidupnya adalah perubahan yang mengarah pada kedewasaan atau perubahan-perubahan yang tidak dapat diukur dengan alat ukur. Sebagai contoh pada kegiatan penyelidikan yang telah kamu lakukan, kamu dapat mengamati perubahan biji menjadi kecambah. Selama itu terjadi, tidak ada perubahan ukuran yang berarti, berat biji tidak bertambah, tetapi terjadi proses perubahan penting, yaitu tumbuhnya akar dan tunas. Contoh lain pada ayam yang menginjak dewasa, akan mengalami perubahan memasuki fase reproduktif, yaitu menghasilkan telur. Tidak ada pertambahan ukuran tubuh, tetapi ada perubahan penting, yaitu memasuki masa reproduktif. Perubahan yang demikian lebih dikenal sebagai perkembangan. Pada proses perkembangan perubahan yang terjadi lebih bersifat kualitatif, tidak bisa diukur dengan alat ukur. Pada saat telur akan menetas, tidak ada pertambahan ukuran pada telur ayam, tetapi ada proses perkembangan yang penting, yaitu menetasnya telur menghasilkan anak ayam.

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan setiap makhluk hidup terjadi karena pengaruh berbagai faktor. Faktor dari dalam tubuh bekerja sama dengan faktor lingkungan akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan. Faktor dari dalam atau faktor internal salah satunya ditentukan oleh hormon tubuh. Pertambahan panjang batang pohon terjadi karena aktivitas hormon auksin yang menyebabkan pertambahan ukuran dan jumlah sel, sehingga menyebabkan pohon bertambah tinggi. Faktor dari luar atau faktor eksternal berkaitan dengan segala sesuatu yang ada di lingkungan, seperti: nutrisi, udara, air, tanah, dan sinar matahari.

Sinar matahari sebagai salah satu faktor lingkungan sangat diperlukan oleh tumbuhan. Banyaknya sinar matahari mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Banyak sedikitnya klorofil, pembentukan tunas, pembentukan bunga, dan kemampuan membentuk serta menyimpan makanan sangat tergantung pada sinar matahari. Tubuh makhluk hidup sebagian besar terdiri dari air. Air merupakan pelarut berbagai bahan. Semua zat gizi dapat dimanfaatkan oleh tubuh makhluk hidup karena terlarut dalam air. Demikian juga semua bahan yang harus dibuang dari tubuh, harus dapat dilarutkan dalam air.

Pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup pada hakikatnya merupakan ekspresi tanggapan terhadap lingkungan yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam tubuh organisme tersebut. Setiap makhluk hidup memberi tanggapan terhadap perubahan lingkungan. Jika makhluk hidup menanggapi suatu perubahan, reaksi yang ditunjukkan dapat terlihat dalam berbagai bentuk. Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana tumbuhan dan serangga menanggapi cahaya? Tumbuhan akan tumbuh membengkok ke arah cahaya. Serangga akan terbang mendekati sinar. Itu semua karena adanya interaksi faktor dari dalam tubuh makhluk hidup dengan faktor lingkungan.

Nutrisi Yang Dibutuhkan Tumbuhan Hijau

Tumbuhan hijau membutuhkan nutrisi yang umumnya dalam bentuk mineral yang diserap oleh tumbuhan hijau dari tanah melalui sistem perakaran, kemudian diangkut ke daun dengan bantuan jaringan pembuluh kayu (xilem).

Proses pengambilan mineral oleh tumbuhan berbedabeda tergantung pada jenis mineralnya. Sejumlah tumbuhan tertentu mampu mengambil nitrogen bebas dari udara dengan bantuan jasad renik melalui proses yang dikenal dengan nama fiksasi nitrogen (pengikatan nitrogen). Pada kebanyakan tumbuhan, nitrogen diambil dari dalam tanah dari mineral dalam bentuk ion-ion. Namun demikian, tanaman kopi mampu mengambil nitrogen langsung dari udara melalui daunnya.

Terdapat beberapa unsur yang diperlukan oleh tumbuhan dalam jumlah besar, yaitu karbon (C), Oksigen (O), Hidrogen (H), dan Nitrogen (N). Di samping itu juga diperlukan unsur P (fosfor). Kelima unsur ini merupakan penyusun utama tubuh tumbuhan.

Dinding sel tumbuhan disusun oleh unsur C, H, dan O. Protein yang merupakan penyusun utama sitoplasma (cairan sel) disusun oleh unsur C, H, O, dan N. Begitu pula asam inti yang merupakan penyusun kromosom dan intisel, yang tersusun dari unsur C, H, O, N, dan P. Karbohidrat dan lemak juga merupakan penyusun sitoplasma pada beberapa sel tumbuhan, tersusun dari unsur C, H, dan O.

Di samping unsur tersebut masih terdapat 12 unsur lain yang diperlukan oleh tumbuhan, terutama untuk membangun tubuhnya. Keduabelas unsur tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Belerang (Sulfur=S), terdapat di dalam asam amino, yang menyusun protein. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, namun ketidakadaan belerang, menyebabkan asam amino tertentu yang dibutuhkan tumbuhan tidak dibentuk.
  2. Zat kapur (kalsium=Ca), memiliki bermacam-macam fungsi, antara lain memperkuat dinding sel, menetralisasi asam-asam organik berbahaya yang dihasilkan.
  3. Zat Besi (Magnesium=Mg), merupakan bagian utama penyusun klorofil. Jika tumbuhan tidak memiliki cukup banyak magnesium, tumbuhan akan menjadi pucat (klorosis). Magnesium juga digunakan untuk membantu kerja enzim di dalam sel tumbuhan.
  4. Fosfor(P), berada di dalam tumbuhan terutama berfungsi sebagai penyusun kromosom dan senyawa lemak (fosfolipid), pembentuk membran sel. Fosfor juga amat penting pada proses pengubahan energi.

Unsur fosfor, magnesium, kalsium, dan belerang diperlukan dalam jumlah yang banyak sehingga disebut sebagai unsur makro. Delapan unsur sisa yang diperlukan tumbuhan hijau adalah Kalium (K), Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Molybdenum (Mo), Boron (B), Klorin (Cl). Unsur-unsur tersebut memainkan peranan dalam membantu kerja enzim.

Pertumbuhan Hewan

Hewan adalah makhluk hidup yang dapat makan, bergerak, dan berkembangbiak. Siklus hidupnya dimulai dari lahir, tumbuh, menjadi dewasa, berkembangbiak, dan akhirnya mati. Selama menjalani siklus tersebut terjadi banyak sekali perubahan, baik bentuk maupun ukurannya Berikut adalah contoh peristiwa yang terjadi pada hewan terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan

Metamorfosis

Beberapa hewan, seperti kupu-kupu yang sering kamu lihat, selalu melalui tahap metamorfosis saat mereka tumbuh dan berkembang menjadi dewasa. Metamorfosis berlangsung melalui beberapa tahap, dan semua tahapannya memiliki bentuk yang sangat berbeda dari bentuk hewan dewasanya.

Selain kupu-kupu, katak juga melalui tahapan perkembangan yang berbeda selama perkembangannya. Awal kehidupannya dimulai sebagai zigot dalam telur yang telah difertilisasi. Telur menetas dan keluarlah berudu dari dalamnya. Berudu dapat berenang menuju tumbuh-tumbuhan kecil untuk mencari makan. Berudu terus tumbuh, dan bentuk tubuhnya berubah. Tungkai mulai nampak, paru-paru mulai tumbuh, serta gigi juga mulai tumbuh dalam rongga mulut berudu. Saat itu dimulailah perubahan-perubahan yang dapat mendukung berlangsungnya kehidupan di darat. Sejak hewan ini mengalami pertumbuhan tungkai, berudu tidak lagi mengalami pertumbuhan ekor.

Kupu-kupu yang kamu lihat adalah bentuk dewasa yang telah melalui metamorfosis dengan lengkap , yang tahap-tahapnya adalah telur, larva, pupa dan individu dewasa.Satu saat larva menjadi tidak aktif, dan berubah menjadi pupa. Pada tahap ini tampak adanya kulit jangat yang secara keseluruhan membentuk jaringan pembungkus. Kupu-kupu dewasa akan muncul dengan bentuk yang sama sekali berbeda, dan tidak lagi tampak seperti ulat. Belalang memiliki tipe perubahan bentuk yang berbeda. Metamorfosisnya tergolong tidak lengkap, dan melibatkan tiga tahap, yaitu telur, nimfa, dan individu dewasa.

Ketika kamu berjalan-jalan di rerumputan di awal musim kemarau, dapat menjumpai banyak belalang melompat keluar dari rerumputan saat kamu mengusik rerumputan tersebut. Amatilah lebih dekat beberapa belalang tersebut, maka kamu dapat mengetahui bahwa dalam beberapa hal mereka mirip dengan belalang dewasa. Nimfa belalang berukuran lebih kecil dibandingkan belalang dewasa dan tidak memiliki sayap, tetapi secara keseluruhan bentuknya sama dengan hewan dewasa. Namun demikian untuk hewan tertentu dalam mencapai fase dewasa mengalami pergantian selaput pelindung (mirip bentuk kepompong). Sayap dan sistem reproduksi pada nimfa terus tumbuh dan berkembang sampai suatu saat ia akan mencapai tahap dewasa, dan benar-benar siap untuk melanjutkan siklus hidup melalui perkawinan dan menghasilkan belalang-belalang muda. [Bb]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *