Proses Pembuatan Batu Akik

Posted on

Proses Pembuatan Batu Akik – Pada kesempatan ini akan dijelaskan Proses Pembuatan Batu Akik, tentu agan-agan bagaimana Proses Pembuatan Batu Akik yang baik dan benar.

Proses Pembuatan Batu Akik

Proses Pembuatan Batu Akik

Demam Batu Akik memang sangat merebah diseluruh penjuru dunia, khususnya Indonesia. Para pengrajin batu akik berlomba-lomba untuk memproduksi batu akik guna untuk dijual kepada konsumen. Tapi pastilah kita sebagai pembeli penasaran dan bertanya-tanya Bagaimana proses pembuatan batu akik? Sebelum melihat Proses Pembuatan Batu Akik ada baiknya jika agan-agan terlebih dahulu melihat Cara Merawat Batu Panca Warna Garut.

Banyak jenis batu akik yang dengan keindahan batu yang mengkilau-kilau membuat para peminat batu akik semakin banyak. Dari waktu ke waktu para peminat batu akik semakin bertambah.Bahkan para peminat batu akik rela menghabiskan isi dompet sampai kandas hanya buat si batu akik mungil ini sungguh mengherankan bagi kelompok orang yang bukan pecinta atau penggemar batu akik .

Namun bagaimana caranya agar kita tidak menghabiskan banyak uang untuk si batu mungil tersebut? Ya itu mungkin dengan membeli batu akik yang masih mentah alias belum diolah, dan setelah itu batu akik yang mentah atau belum diolah itu kita proses menjadi batu cincin sendiri.

Dalam artikel ini saya mencoba menjelaskan Proses Pembuatan Batu Akik sendiri secara singkat dan sederhana atau dapat disebut semi tradisional. Artinya belum menggunakan mesin cetak batu tetapi juga sudah tidak lagi menggunakan batu asahan manual seperti yang dilakukan orang – orang jaman dahulu.

Langkah-langkah Proses Pembuatan Batu Akik berikut ini adalah berdasarkan pengalaman yang saya lewati selama 2 ( dua ) tahun terakhir ini dari berbagai analisa dan survei langsung dengan beberapa orang pembuat batu yang yang sudah memiliki pengalaman.

Langkah Proses Pembuatan Batu Akik

  1. Pertama, kita pilih bahan batu cincin yang akan kita buat baik yang ada motif nya ataupun non motif.
  2. Potong bahan tersebut sesuai ukuran yang diinginkan dengan menggunakan alat pemotong yang dipegang dengan tangan ataupun menggunakan alat potong duduk.
  3. Lakukan pembentukan bahan batu dengan menggunakan alat potong yang dipegang dengan tangan secara perlahan dan hati – hati ( agar mata potong nya tidak melukai kita ), selain itu juga tetap diperhatikan bentuk simetris nya, optimalkan pembentukan tahap ini agar tidak menghabiskan batu asahan ( gerinda ) dan lebih menghemat waktu dalam proses pembuatan pada tahapan selanjutnya.
  4. Sebelum dilanjutkan, persiapkan terlebih dahulu alat asah yaitu gerinda duduk yang sudah ditempelkan alat tetes air ( infus bekas ), lalu bentuk bahan tersebut dengan menggunakan  gerinda  secara perlahan dan tidak ditekan kuat – kuat serta dibantu tetesan air secara berkala dengan alat infus bekas yang diteteskan pada alat asahan ( gerinda ), tujuan nya agar batu yang kita asah tidak mengalami keretakan baik di dalam, diluar ataupun dipinggirnya, lakukan dengan konsentrasi agar hasilnya maksimal ( tidak ada cekungan pada permukaan batu cincin yang kita asah tersebut ).
  5. Setelah tahap asahan selesai, sebaiknya batu cincin yang sudah kita bentuk pada gerinda  tersebut kita asah lagi menggunakan batu asahan manual secara merata, agar tidak ada cekungan pada permukaannya.
  6. Jika sudah yakin permukaannya tidak ada cekungan lagi, lalu persiapkan amplas nya, di tempel pada sendal bekas yang telah buat bulat dan sudah terpasang pada alat penghamplasan, pertamakali gunakan hamplas batu merk “Niken” ukuran 800. Catatan: Mulus dan bersih nya hasil pembuatan atau tidak ada gores, ada pada amplasan pertama ini, amplas bertahap sedikit demi sedikit sampai tidak ada goresan sedikitpun pada batu yang kita buat. Sesekali celupkan ke air agar batu tidak panas dan keluar kapur bercak keputihan.
  7. Tahap berikutnya pastikan sudah tidak ada goresan lagi pada batu yang kita amplas saat amplasan pertama tadi, lanjutkan dengan menggunakan amplas ukuran 1200 sampai mengkilat. Jangan terlalu ditekan saat melakukan pengamplasan agar batu tidak panas.
  8. Berikutnya setelah mengkilat kita bisa gunakan pelicinan ( finishing ) dengan menggunakan amplas ukuran 5000 atau bisa menggunakan bambu dengan cara digosok dikulit bambu. Atau bisa juga menggunakan serbuk intan dengan cara digosokkan tanpa menggunakan minyak pada bahan kulit.

Demikian ulasan singkat mengenai Proses Pembuatan Batu Akik, semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan agan-agan. Jangan lupa lihat juga Cara Mengatasi Retak Kalimaya Black Opal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *