Sejarah Batu Akik Nabi Sulaiman

Posted on

Sejarah Batu Akik Nabi Sulaiman – Batu Akik Sulaiman yang konon katanya berkhasiat untuk kewibawaan, kesejahteraan, perlindungan memiliki cahaya yang bersinar yang apabila dikenakan di jari tangan, maka akan berkumpul para jin, burung, manusia, setan, angin serta awan.

Dikisahkan bahwa ketika Nabi Sulaiman AS hendak berwudhu, ia lalu menitipkan cincin kepada Aminah (seorang budak), dan pada saat itu ada Jin yang bernama Sokhr yang bersembunyi di balik pintu, ketika Nabi Sulaiman memasuki tempat wudhu, lalu jin tersebut keluar dari persembunyiannya dan menyerupai wajah Nabi Sulaiman sambil mengibas-ngibas jenggotnya yang bekas wudhu dan tidak berbeda sama sekali dengan Sulaiman dan mengatakan –kepada Aminah,”Cincinku wahai Aminah.”

Sejarah Batu Akik Nabi Sulaiman

Sejarah Batu Akik Nabi Sulaiman

Aminah lalu memberikan cincin tersebut kepada jin Sokhr yang menyerupai Nabi Sulaiman, lantas diapun duduk di singgasana Sulaiman sehingga golongan burung, jin, setan, awan pun tunduk padanya.

Tak berapa lama pun Sulaiman AS selesai berwudhu mengatakan kepada Aminah ”Cincinku.” Aminah pun bertanya,”Siapa anda?” Dia menjawab,”Aku Sulaiman bin Daud.” Dan tampak terdapat perubahan pada penampilannya. Aminah berkata,”Engkau bohong, sesungguhnya Sulaiman telah mengambil cincinnya dan saat ini dia tengah duduk di singgasanan kerajaannya.” Maka tahulah Sulaiman bahwa dia telah mendapati suatu kesalahan.” (terdapat dalam kitab Mukhtashor Tarikh Dimasyq juz III hal 379)

Kemudian Sulaiman pun berlari ke padang tandus hingga pada suatu ketika ia merasa sangat lapar dan dahaga. Dan terkadang ia meminta kepada orang-orang agar memberikannya makanan sambil mengatakan,”Aku Sulaiman bin Daud.” Namun orang-orang tidak mempercayainya. Sulaiman berada dalam keadaan lapar dan tanpa tutup kepala ini selama 40 hari.

Sampailah Sulaiman di tepi pantai dan dia menyaksikan sekelompok nelayan lalu ia pun menghampiri dan bekerja bersama mereka sebagai seorang nelayan. Kemudian Asif bin Barkhoya berkata,”Wahai orang-orang Bani Israil sesungguhnya cincin Sulaiman telah dicuri oleh sekelompok setan dan sesungguhnya Sulaiman telah pergi dengan ketakuan diwajahnya.” Tatkala setan yang duduk di singgasana itu mendengar perkataan tersebut maka ia pun pergi menuju lautan dengan perasaan takut dan membuangnya. Cinicin yang dibuang itu lalu dimakan oleh ikan salmon yang kemudian ikan itu dijaring oleh Sulaiman dengan izin Allah swt.

Dan ketika Sulaiman menyembelih perut ikan tersebut maka ia mendapati cincinnya berada didalamnya lalu dia pun memakainya di jarinya dan bersujud syukur kepada Allah swt. Setelah itu dia kembali ke singgasananya dan duduk diatasnya sebagaimana disebutkan didalam firman Allah swt :

وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمَانَ وَأَلْقَيْنَا عَلَى كُرْسِيِّهِ جَسَدًا ثُمَّ أَنَابَ

Artinya : “dan Sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat.” (QS. Shaad : 34) – (Bada’i az Zuhur fii Waqo’i ad Duhur juz I hal 85)

Batu Akik Sulaiman Adalah Batu Akik berwarna merah dan mempunyai serat bila diterawang, namun di Indonesia banyak batu akik yang berserat (mempunyai serat) jika diterawang, maka bermunculan variasi nama batu akik sulaiman.

dan masih Banyak Jenis Batu Akik Sulaiman yang beredar dipasaran pada saat sekarang ini. Yang membedakan antara Batu Akik Sulaiman yang satu dengan yang lainnya adalah dari segi warnanya, dan bentuk seratnya harus tembus jika terkena cahaya (disenter).

Begitulah sekelumit Sejarah Batu Akik Nabi Sulaiman, semoga bermanfaat. [bt]

Kata Kunci :

Akik raja sulaiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *