Sistem Peredaran Darah pada Vertebrata

Sistem Peredaran Darah pada Vertebrata – Pada kesempatan ini admin Baca Bagus akan berbagi tentang Sistem Peredaran Darah pada Vertebrata, sebelumnya admin juga sudah berbagi tentang Sistem Peredaran Darah pada Avertebrata.

Sistem Peredaran Darah pada Vertebrata

Sistem peredaran darah yang lebih kompleks terdapat pada vertebrata. Pusat peredaran darah vertebrata adalah jantung.

a. Sistem peredaran darah ikan

Sistem peredaran darah ikan disebut peredaran darah tunggal, karena darah hanya satu kali melewati jantung. Jantung ikan terdiri dari 2 ruang, yaitu satu atrium dan satu ventrikel. Dinding atrium tipis, sehingga warna darah di dalamnya tampak memerah dengan jelas, sedangkan dinding biliknya cukup tebal, sehingga tampak lebih pucat. Selain itu pada jantung ikan terdapat sinus venosus yang menerima darah dari vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior.

Peredaran darah pada ikan adalah sistem peredaran darah tunggal

 

Arah aliran darah:

Jantung –> keluar melalui aorta ventral –> insang. Di insang, aorta bercabang-cabang menjadi arteri brankial dan akhirnya menjadi kapiler-kapiler. Pada kapiler-kapiler terjadi pertukaran gas (CO2 dilepas, O2 diambil dari H2O).

Dari kapiler –> aorta dorsal –> ke kapiler-kapiler seluruh tubuh (mengedarkan O2 dan sari-sari makanan serta mengikat CO2 jantung (lewat vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior).

b. Sistem peredaran darah amfibia

Sistem peredaran darah katak disebut peredaran darah ganda karena dalam satu kali peredarannya, darah melewati jantung dua kali. Pada masa larva (berudu) sistem peredaran darahnya menyerupai ikan.

Setelah metamorfosis menjadi katak, sistem peredaran darah mengalami perubahan yang sesuai untuk kehidupan di lingkungan darat. Alat peredaran darah terdiri atas jantung, pembuluh nadi, kapiler, dan pembuluh balik. Jantung katak terdiri dari 3 ruang, yaitu 2 atrium (kanan = atrium dexter dan kiri = atrium sinister). Serta menampung darah dari pembuluh besar yang akan masuk ke atrium dexter.

Arah aliran darah:

Aliran darah

c. Sistem peredaran darah reptilia

Sistem peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda, jantung reptilia terdiri atas 4 ruang, yaitu 2 atrium (kanan dan kiri) serta ventrikel (kanan dan kiri). Sekat antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri umumnya belum sempurna. Pada buaya, sekat ventrikel hampir sempurna dan hanya terdapat suatu lubang yang disebut foramen panizzae.

Adanya foramen panizzaememungkinkan pemberian oksigen ke alat-alat pencernaan dan untuk keseimbangan tekanan dalam jantung sewaktu menyelam dalam air.

Arah aliran darah:

  • Dari ventrikel jantung ada dua aorta yang membelok ke kanan dan ke kiri.
  • Dari tiap aorta tersebut bercabang-cabang arteri kecil yang menuju ke berbagai organ tubuh.
  • Setelah sampai di kapiler darah kembali ke jantung.

d. Sistem peredaran darah burung

Sistem peredaran darah burung merupakan peredaran darah ganda. Jantung burung terbagi 4 ruang, yaitu 2 atrium (kanan dan kiri) serta 2 ventrikel (kanan dan kiri). Sekat antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi percampuran antara darah yang kaya dan miskin oksigen. Dibandingkan dengan vertebrata lainnya, darah di aorta burung mengandung lebih banyak oksigen. Busur aorta pada burung hanya ada satu, yaitu arcus aorta yang menuju ke sebelah kanan.

Arah aliran darah:

Darah dari vena (membawa CO2) –> serambi kanan –> dipompa keluar melalui arteri dada –> paru-paru.

Dalam paru-paru (darah melepas CO2 dan mengambil O2) –> serambi kiri –> darah dipompa keluar melalui aorta untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Aorta bercabang-cabang menjadi pembuluh kapiler yang terdapat dalam jaringan.

Dalam jaringan, pembuluh kapiler darah (memberi O2  dan mengambil CO2 dan air) –> vena –> serambi kanan odan seterusnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *