Tahap Perkembangan Kota

Posted on

Tahap Perkembangan Kota – Tahap perkembangan kota berdasarkan bentuk dan persebaran bangunan dibedakan menjadi empat.

  • Stadia Infantile, yaitu tidak ada pemisah antara toko dan rumah.
  • Stadia Juvenile, yaitu ada pemisah antara toko dan rumah, bentuk rumah kuno diganti menjadi rumah baru.
  • Stadia Mature, yaitu timbulnya area-area baru, seperti kawasan industri, kawasan perdagangan, serta perumahan-perumahan yang sudah diatur penyusunannya.
  • Stadia Sinile, yaitu kemunduran pada zona masing-masing karena kurangnya pemeliharaan.

Tahap perkembangan kota berdasarkan kualitas perkembangan masyarakatnya dibedakan menjadi enam.

  • Tahap eopolis, yaitu desa yang sudah teratur ditandai dengan memperlihatkan ciriciri perkotaan yang merupakan peralihan kehidupan tradisional ke arah kehidupan kota.
  • Tahap polis, yaitu daerah kota yang masih bercirikan sifat-sifat agraris atau masih ada pengaruh kehidupan agraris.
  • Tahap metropolis, yaitu ditandai oleh sebagian besar orientasi kehidupan ekonomi penduduknya mengarah ke sektor industri.
  • Tahap megalopolis, yaitu suatu wilayah perkotaan yang ukurannya sangat besar, terdiri dari beberapa kota membentuk jalur perkotaan.
  • Tahap tiranopolis, yaitu kehidupan kota dikuasai oleh tirani, kemacetan, kejahatan, kriminalitas maupun kekacauan pelayanan sehingga kehidupan sulit dikendalikan.
  • Tahap nekropolis, yaitu perkembangan kota yang menuju ke arah kematiannya.Sistem penggolongan kota berdasarkan gejala pemusatan penduduk dibuat oleh C. Doxiadis dan N.R. Saxena.

Menurut Doxiadis, jumlah batas minimal penduduk kota tiap tahapan kota dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel Jumlah Minimal Penduduk Kota

Tabel Jumlah Minimal Penduduk Kota

Menurut N.R. Saxena, tahapan pemusatan penduduk kota sebagai berikut.

  • Infant town dengan jumlah penduduk 5.000 – 10.000 orang.
  • Township yang terdiri atas adolescent township, mature township, dan specialized township dengan jumlah penduduk antara 10.000 – 50.000.
  • Township city yang terdiri atas adolescent town, mature town, dan specialized city dengan jumlah penduduk antara 100.000 – 1.000.000 orang.

Tabel Batas Minimal Penduduk Kota di Beberapa Negara

Tabel Batas Minimal Penduduk Kota di Beberapa Negara

Baca juga :

Pemerintah Indonesia membuat penggolongan kota berdasarkan jumlah penduduk

  • Kota kecil, jumlah penduduk 20.000 – 50.000 orang. Contoh: Padang Panjang (32.104 orang).
  • Kota sedang, jumlah penduduk 50.000 – 100.000 orang. Contoh: Bukittinggi (71.093 orang), Sibolga (71.559 orang), Mojokerto (96.626 orang), dan Palangkaraya (99.693 orang).
  • Kota besar, jumlah penduduk 100.000 – 1.000.000 orang. Contoh: Cirebon (244.906 orang), Pontianak (387.441 orang), dan Banjarmasin (649.766 orang).
  • Kota metropolis, jumlah penduduk di atas 1.000.000 orang. Contoh: Medan (1.685.272 orang, Bandung (2.025.157 orang), dan Jakarta (8.225.515 orang). [bb]

Kata Kunci :

gejala pemusatan penduduk doxiadis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *