Pesona Objek Wisata Gunung Kelud

Posted on

Pesona Objek Wisata Gunung Kelud – Wisata Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, merupakan target kunjungan hari itu. Tidak untuk mendaki sampai ke puncak Gunung Kelud tentu saja, namun untuk sekadar menikmati panorama Gunung Kelud yang tersohor itu dari lokasi wisata yang masih bisa ditempuh oleh kebanyakan pengunjung seperti saya. Mas Sanusi dan seorang teman lain masih setia menemani dalam perjalanan ini.

Jalan berliku menuju Wisata Gunung Kelud yang kami lalui terlihat cukup mulus meskipun agak sempit, dengan pemandangan ladang, lembah, ngarai, air terjun tinggi di kejauhan, perbukitan dan pegunungan hijau biru di sepanjang perjalanan yang cukup menyenangkan. Di pos retribusi, kami membayar tiket masuk Rp.5.000 per orang

Sebuah tengara di pinggir kiri jalan, yang menandai sebuah ruas jalan ke kawasan Wisata Gunung Kelud yang dikenal dengan nama Jalan Misterius. Dari arah Wisata Gunung Kelud (arah pulang), ruas jalan ini terlihat “menanjak”, namun jika kendaraan dihentikan pada posisi gigi netral di marka putih yang melintang jalan, kendaraan akan berjalan “turun”.

Di sepanjang perjalanan menuju Wisata Gunung Kelud, terdapat beberapa tempat rehat kecil dimana pengunjung bisa berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan dan hawa pegunungan yang segar. Ada baiknya berhenti sejenak di tempat-tempat ini, sebelum atau setelah berkunjung ke kawasan Wisata Gunung Kelud.

Wisata Gunung Kelud

Wisata Gunung Kelud

Gunung Kelud dilihat dari lokasi di sekitar sebuah jembatan. Kawasan wisata Gunung Kelud ini memiliki empat puncak, yaitu Puncak Kelud, Puncak Sumbing, Puncak Gajah Mungkur dan Puncak Gedang. Bangunan mungil berwarna putih di sebelah kanan adalah Gardu Pandang yang berada di puncak Gajah Mungkur.

Baca : Lezatnya Wisata Kuliner Makassar

Dari sebuah lokasi saya bisa melihat sebuah air terjun bertingkat yang berada di sebelah kiri jalan pada arah menuju Wisata Gunung Kelud, melalui sebuah lensa jarak jauh. Dengan melihat jaraknya, air terjun yang entah apa namanya ini tentu sangat tinggi, dan entah bagaimana pula caranya untuk sampai ke sana.

Setidaknya ada satu tanjakan yang cukup mendebarkan ketika menuju ke tempat Wisata Gunung Kelud, karena tingkat kemiringan yang tajam dan lintasan tanjakan yang panjang. Sepasang manusia paruh baya bertubuh agak tambun, terlihat memarkir motor bebeknya di ujung jembatan, tepat sebelum tanjakan itu. Tampaknya tidak berani untuk naik. Mobil yang kami tumpangi pun terpaksa berjalan mundur sampai ke jembatan lagi setelah tidak kuat menanjak karena kurang ancang-ancang dan terlalu buru-buru pindah ke gigi-2.

Tempat Rehat Gunung Kelud dan tempat parkir kendaraan para pengunjung Wisata Gunung Kelud lokasinya berada di sebelah kiri bangunan yang terlihat di kiri bawah pada foto di atas. Kiri atas adalah Gardu Pandang Gajah Mungkur, dan tebing di sebelah kanan adalah Tebing Sumbing Gunung Kelud.

Dari tempat rehat itu saya bisa melihat sebuah puncak perbukitan hijau berlubang di latar depan seperti bekas longsor yang diambil dari sebuah tempat rehat di jalan menuju Wisata Gunung Kelud. Di latar belakang tampak lintasan jalan di atas puncak sebuah perbukitan. Ada pula sebuah puncak perbukitan dengan gerumbul hutan di latar belakang yang sangat lebat, yang mungkin masih perawan dan belum pernah dilewati oleh manusia.

Setelah melewati jalanan berliku menanjak, dan berhenti di beberapa titik rehat untuk memotret, kami pun sampai di Tempat Rehat tertinggi di Kawasan Wisata Gunung Kelud, dimana kendaraan para pengunjung diparkir. Setelah turun dari kendaraan, kami pun masuk ke sebuah warung untuk menikmati sepiring mie telor rebus dan sebotol minuman dingin, sebelum mulai menjelajahi pinggang Gunung Kelud.

Beberapa saat setelah meninggalkan warung, sejauh beberapa ratus meter dari Tempat Rehat Gunung Kelud, terdapat tengara yang memandu langkah kami menuju terowongan Gunung Kelud, yang harus ditempuh dengan berjalan kaki.

Teman-teman tampak berada di depan pintu lorong terowongan Gunung Kelud. Terowongan yang dibangun pada 1926 oleh Belanda untuk mengalirkan lahar Gunung Kelud ketika meletus itu ternyata masih cukup rapi dan kokoh, sehingga tak ada keraguan sedikit pun untuk masuk ke dalamnya.

Meskipun keadaan di dalam terowongan lahar Gunung Kelud ini cukup gelap, namun cahaya di ujung terowongan sepanjang 100 meter ini sudah cukup untuk menjadi pemandu langkah yang efektif. Perjalanan setelah keluar dari terowongan ini akan diceritakan pada tulisan berikutnya.

Baca : Tempat Wisata di Semarang

Gunung Kelud merupakan gunung berapi aktif yang berada sekitar 27 km dari pusat Kota Kediri, Jawa Timur, dan merupakan salah satu gunung berapi di tanah air yang rajin meletus, dengan siklus sekitar 15 tahun sekali. Namun setelah letusan pada tahun 1990, Gunung Kelud baru terlihat aktif pada akhir September 2007 sampai November 2007, yang melahirkan gundukan magma beku yang kemudian dikenal sebagai Anak Gunung Kelud.

Demikianlah Pesona Objek Wisata Gunung Kelud, semoga bermanfaat. [bb]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *